PROFIL DESA

Desa Hutabulu Mejan, secara administratif berada di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, dengan kode pos 22312 dan luas wilayah sekitar 1,15 km². Berdasarkan data 2015, desa ini dihuni oleh sekitar 751 jiwa yang kebanyakan berasal dari suku Batak Toba dan mayoritas beragama Kristen, serta memiliki satu langgar sebagai fasilitas ibadah minoritas Islam. Desa ini terbagi dalam tiga dusun yaitu Hutabulu, Hutagurgur, dan Mejan, dan dipimpin oleh kepala desa yang tercatat pada masa itu adalah Haposan Simanjuntak. Desa ini terletak di kawasan dataran tinggi Kecamatan Balige dengan ketinggian diperkirakan antara 905–1200 meter di atas permukaan laut, mencerminkan iklim tropis basah yang menjadi ciri wilayah ini

VISI Hutabulu Mejan

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan Visi Desa Hutabulu Mejan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Hutabulu Mejan seperti Pemerintah Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di Kecamatan. Maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa Hutabulu Mejan adalah :


“MEWUJUDKAN DESA HUTABULU MEJAN MENJADI DESA MAJU, MANDIRI, SEJAHTERA DAN AKUNTABEL."

MISI Hutabulu Mejan

Selain Penyusunan Visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut. Visi berada di atas Misi. Pernyataan Visi kemudian dijabarkan ke dalam misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi, misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Hutabulu Mejan, sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Hutabulu Mejan adalah :


  1. Meningkatkan kualitas kesejahteraan warga masyarakat yang berdaya saing.
  2. Memberikan pemenuhan segala hak hak kebutuhan dasar warga masyarakat Desa Hutabulu Mejan.
  3. Pembangunan yang terarah dan terencana serta berkesinambungan.
  4. Meningkatkan aktifitas keagamaan, budaya, sosial kemasyarakatan serta mendorong kegiatan ekstra kurikuler kepemudaan.
  5. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan transparan serta bertanggung jawab.
  6. Merancang Website Portal Berita Desa agar pembangunan desa lebih transparan kepada masyarakat Desa Hutabulu Mejan maupun masyarakat luas.
  7. Membangun Kemitraan Pemerintah swasta.
  8. Pemenuhan gizi ibu dan anak.


SEJARAH Hutabulu Mejan

Desa Hutabulu Mejan, dulunya dikenal sebagai perkampungan Parlumbanan Balige, didirikan oleh Raja Tuan Somanimbil Simanjuntak dan istrinya Boru Limbong di dataran tinggi sekitar Danau Toba. Mereka menetap dengan mengelola sawah, perkebunan, dan peternakan kerbau.

  1. Dari pernikahan mereka lahir tiga anak laki‑laki—Somba Debata Siahaan, Raja Marsundung Simanjuntak, dan Tuan Maruji Hutagaol—yang kemudian meneruskan kehidupan di wilayah sekitar, termasuk Hutabulu Mejan yang menjadi tempat tinggal anak kedua, Raja Marsundung, bersama keluarga besarnya. Nama Hutabulu Mejan sendiri muncul sebagai evolusi dari Parlumbanan Balige ketika komunitas sudah berkembang membentuk identitas dan pemimpin lokal baru.
  2. Membangun Kemitraan Pemerintah swasta.
  3. Pemenuhan gizi ibu dan anak.