Soal MHA – Ketua Forkala Toba : Yang Lebih Penting Pelestarian Adat Istiadatnya Seperti Tortor
alam menanggapi isu mengenai Masyarakat Hukum Adat (MHA), Ketua Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kabupaten Toba menekankan bahwa aspek yang jauh lebih krusial untuk diperhatikan dan dijaga keberlangsungannya adalah pelestarian adat istiadat itu sendiri.
Menurutnya, pengakuan MHA merupakan langkah formal yang penting, namun jiwa dari masyarakat adat terletak pada praktik budaya sehari-hari yang harus tetap hidup di tengah masyarakat. Salah satu elemen yang menjadi sorotan utama adalah seni tari Tortor.
"Tortor bukan sekadar tarian, melainkan media komunikasi spiritual dan sosial dalam budaya Batak. Menjaga Tortor agar tetap dipelajari dan dipraktikkan oleh generasi muda adalah salah satu bentuk nyata menjaga marwah adat istiadat kita," ujarnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah desa untuk bersinergi dalam menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai seni budaya tradisional. Pelestarian ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di Hutabulu Mejan dan wilayah lainnya.
Dengan memperkuat akar budaya melalui seni dan adat, diharapkan jati diri masyarakat akan tetap kokoh meski di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Berita Desa
PENYAMPAIAN ASPIRASI POKTAN DESA HUTABULU MEJAN KEPADA PEMDES
Baca Selengkapnya
Pelaksanaan senam remaja
Baca Selengkapnya
Kegiatan Posyandu Di Desa
Baca Selengkapnya
PENYAMPAIAN ASPIRASI POKTAN DESA HUTABULU MEJAN KEPADA PEMDES
Baca Selengkapnya